|
Enggak tahu deh mau bilang apa kalau konsep modifikasi banyak dipengaruhi kuda besi MotoGP. Entah itu YZR-M1 geberan Valentino Rossi, Ducati GP8 besutan Cassey Stoner, atau Honda RC212V semplakan Dani Pedrosa. Kayaknya gagasan yang lain belum bisa ada. Meski modal inspirasi sama, tapi detail konsep mesti berbeda kalau enggak mau disebut tukang contek atau plagiat.
"Agak pusing awalnya. Konsep GP di bebek paling pakai bodi X1 atau moncong R1 dikecilin. Susah memang cari yang beda buat bebek gaya GP," beber Yana Herdiana, builder Rem Modified (RM), Tasikmalaya, Jawa Barat.
Meski enggak perlu puasa tujuh hari-tujuh malam, untuk dapatin ide supaya beda, Yanto, panggilan akrab Yana karena ada turunan Jawa, menjajal eksperimen pakai kedok skubek. Pilihannya ke Yamaha New Mio.
"Awalnya pengin kedoknya Mio Soul, tapi belum sempat coba," ungkap Yanto yang bermarkas di kawasan Cineam, 20 km dari pusat kota Tasikmalaya. Alhamdulillah Yanto dan keluarga aman dari gempa Tasikmalaya yang terjadi minggu lalu.
Ekspresimen menggabukan kedok model GP dengan New Mio terobosan. Model depan enggak lagi membulat, tapi landai dan tajam. Meski begitu, gagasan anyar patut dihargai cuy.
"Pinggiran lampu dibikin sempit dan dikasih smoke. Jadi, seakan-akan kayak air scoop," bilang Yanto.
Eh mesti tahu nih yang lain kalau rombakan bodi MX 135 yang ini asli garapan total RM di bawah komado Yanto. Jadi, eksperimen menyeluruh dari RM boleh juga.
Bagian depan fiber dengan rancang dudukan penerangan New Mio diselesaikan dengan sempurna. Enggak ada tuh cacat pengerjaan seperti pelaku lain yang baru menggarap bodi fiber total.
Dimensi tampak muka diusahakan nggak melebihi dimensi aslinya motor. Sisi kanan-kiri dirancang proporsional. Enggak tampak sambungan antara bagian depan dan sayap. Jadinya seakan ini motor yang dikeluarkan dari pabrik.
"Braket bagian depan pakai bawaan aslinya MX 135. Jadi, enggak perlu tambah pegangan bodi lagi," ucap Yanto yang sudah punya tiga anak ini.
Buntut pun enggak banyak berubah. Hanya mengandalkan buritan belakang asli MX 135 yang diolah lagi. Dipotong setengah dari ujung untuk lampu belakang sampai sisi bawah jok dekat footstep boncenger.
"Saya punya dua lagi khusus untuk buntut. Kalau bosan bisa gonta-ganti. Dasarnya sih tetap buntut asli bawaan motor yang dirancang ulang," ujar bapak 36 tahun ini.
Jadi, siapa lagi yang mau menawarkan konsep bebek modifikasi ala tunggangan GP? Ditunggu!
KONDOM PELAT BERSERAKAN
 Menjajal kreasi baru untuk sepatbor kolong dilakoni Yana Herdiana untuk MX 135. Di bodi doi cukup mengandalkan bawaan motor dirancang ulang dan ditambah bentuk desain baru dengan fiber.
Sepatbor kolong hanya memanfaatkan pelat setebal 1 mm. Pelat pun enggak dibeli khusus untuk dirancang jadi pelindung kaki-kaki belakang MX. Cukup pelat bekas yang berserakan di bengkel dan dirancang ulang.
"Awalnya mau dari fiber atau sepatbor jadi. Tapi, sayang banyak pelat sisa di bengkel. Mending dimanfaatkan aja," ungkap Yanto.
Pemilihan pelat ada efek teknis. Waktu dipasang lengan ayun dianggap jauh lebih stabil "Beda kalau fiber. Bisa enggak tahan kalau terus dipakai," pasti Yanto.
DATA MODIFIKASI
Ban depan :Yoko 90/80-17 Ban belakang :Dunlop 120/90-17 Pelek depan :Daiichi 2,75x17 Pelek belakang :Daiichi 3,00x17 Sokbreker depan :Gazi Cakram depan : PSM Kaliper depan : Kitaco
Penulis/Foto : Niko/Endro
|