|
Upaya keras H. Bandi dan H. Iyan Cahyan punya bukti panen. Eit, bukan panen padi atau hasil bumi, lho! Melainkan mencetak pembalap tangguh tingkat Jawa Barat, nasional, bahkan Asia (internasional). Itu berkat dua orang haji ini bikin sirkuit road race permanen di Bukit Peusar, di bawah kaki Gunung Galunggung, Tasikmalaya.
Bukan isapan jempol. Saat event Sabtu-Minggu (30-31/1) berjudul Sirkuit Galunggung Bukit Peusar Open Road Race 2010 (SGBP), di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat, pembalap Tasikmalaya yang memanfaatkan sirkuit, tampil mantap di situ.
Mereka bukan jagoan kandang to. Seperti disebut tadi, sami mawon membuktikan sebagai pembalap kelas juara. “Buat mengasah skill, mental dan kekuatan motor, karakter sirkuit ini bisa menjawabnya,” ungkap Irvan Chupenk dan Anggi Permana, dua pembalap yang berencana bagi elmu bentuk sekolah balap bernama CMS 67 Racing Academy.
Mereka merasa enteng dan tidak mengalami banyak kesulitan berarti berlomba di mana pun. Itu setelah latihan rutin di sirkuit Bukit Peusar.
Minimal dibuktikan Anggi Permana bersama tim Yamaha Yamalube FDR Trijaya. Pembalap dan timnya barusan dibikin profil oleh Em-Plus. Anggi barusan merajai berbagai event tingkat nasional dan Asia.
“Sebagai bocoran, di tingkat Jabar pun diakui pembalap Tasikmalaya. Sejak adanya sirkuit ini, prestasinya terbilang sulit dibendung. Di kejurda, untuk juara I, kelas pemula dan seeded disikat pembalap kota ini,” yakin Haris Tommy dan Edi Banda dari Kapota Motor Sport (KMS), RC yang langganan membidani event di Kota Santri itu.
Yah, tuh tengok aja prestasi Aditya Herdiana dari tim KMS Aden A.H. Eh, muda nan baru betot gas pool di ajang balap. Nggak sampai dua tahun, sudah sabet satu unit motor. Padahal, dari jam terbang baru seumur jagung.
“Jujur, benar-benar tertolong dengan adanya sirkuit ini. Selain skill benar terasah. Kelebihan lain, mental dan tingkat emosi sekaligus terbentuk dengan karakter sirkuit naik turun dan komplet kelokan ini,” bilang pembalap kategori pemula, jawara di event kejurda milik Pengprov IMI Jabar ini.
Imbas lain nggak kalah positif dirasakan bagi para mekanik dari tim lokal sekitar Tasikmalaya. “Hadirnya sirkuit ini bagus untuk menajamkan dalam riset plus settng mesin. Nggak heran, tim lokal Tasikmalaya makin pede buat ikut event balap yang ada di wilayah Jabar,” kompak Eko Setiwan dan Edi, mekanik asal Manonjaya, Tasikmalaya itu.
Tuh, kan banyak manfaatnya. Begitu juga urusan pulus buat masyarakat sekitar. Aslinya, tingkat ekonominya terangkat. Visi dan misi bikin sirkuit ini kan emang ke arah sana.
“Bahkan, lebih jauh secepatnya diproyeksikan sebagai daerah tujuan wisata. Makanya kita perlu dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah dan pusat,” tutup H. Iyan Cahyan sembari bilang pihaknya tengah ngebangun wisata air atau water boom, lapangan sepak bola, dan fasiltas pendukung lain di seputran sirkuit.
Mangga dibantu!
HASIL LOMBA
Bebek 125 cc 4-Tak Tune Up Seeded 1. Anggi Permana (158) Tasikmalaya Yamaha DRM CMS Permana 2. Aris Aditya (43) Tasikmalaya 43 Aditya ZRT 20 RT 3. Irvan Chupenk (67) Tasikmalaya CMS 67 Abadi MTR Bintang Mangpra Bebek 110 cc 4-Tak Standar Pemula 1. Aditya Herdiana (133) Tasikmalaya KMS Aden AH 2. Maulana Al Hafiz (138) Tasikmalaya Irian Motor MMS RT 3. Agni Herton (33) Tasikmalaya ERP Herton 33 Heri RT Bebek 125 cc 4-Tak Standar Pemula 1. Aditya Herdiana (133) Tasikmalaya KMS Aden AH 2. Asep H (28) Majalengka Abadi MTR Sindang Laut 3. Roni I (171) Tasikmalaya Irian Motor MMS RT Scooter NBR 200 cc Terbuka 1. F. Priangga (17) Garut Privateer 2. Ahmad Black (40) Cimahi Oenyil KKCO RCG Dora Emon 3. Ricky Banpol (63) Bandung B&B Putra Tunggal Mandiri Bebek 120 cc 2-Tak Tune-Up Pemula 1. M. Sani Irawan (84) Tasikmalaya CMS 67 DOP 2. Adi Santosa (139) Tasikmalaya RFM Paguyuban Aditya 3. Bayu Sifa Aditya (22) Kab. Bandung Aditya RT Bebek 110 cc 4-Tak Tune-Up Seeded 1. Irvan Chupenk (67) Tasikmalaya CMS 67 Abadi MTR Bintang Mangpra 2. Anggi Permana (158) Tasikmalaya Yamaha DRM CMS Permana 3. Aris Aditya (43) Tasikmalaya 43 Aditya ZRT 20 RT
Penulis/Foto : Dudu
|