:. KOMPARASI SUHU BAN SKUBEK DAN BEBEK
Si Kecil Lebih Panas
2010-08-04 01:09:54

5196ilust-ban-matic-yudi-01.jpgBanyak pembaca dan teman Em-Plus yang baru pakai skubek bingung. Ban belakang skubek kerap kurang angin, dibandingkan ketika mereka menggunakan bebek,

Banyak yang beranggapan hal itu karena ban belakang skubek mudah panas dibandingkan bebek. Diprediksi ada dua sebab. Pertama, panas dari mesin dan CVT skubek lebih dekat dengan ban. Sebab lain karena ban skubek lebih kecil sehingga lebih banyak berputar dalam jarak sama. Akibatnya jadi lebih panas.

Apakah anggapan tadi benar atau tidak maka perlu dibuktikan. Tentunya juga didukung pendapat para ahli ban. Pengujian dilakukan dengan membawa jalan skubek dan bebek pada waktu yang sama dan rute yang sama pula. Selain itu merek ban yang digunakan juga sama. Hal itu untuk menghindari kesan bias jika ban yang dipakai beda merek.5197ban-matic-yudi-02.jpg

Setelah menempuh jarak sekitar 5 km, dilakukan pengukuran suhu ban belakang kedua jenis motor tadi. Hasilnya memang menunjukkan bahwa ban skubek lebih panas. Suhu ban skubek tercatat 42º celcius. Sedang ban bebek hanya sekitar 38º celcius.

Selisih panas antara keduanya untuk jarak 5 km bisa mencapai 4 derajat, tentunya itu akan memberikan pengaruh yang besar terhadap ban. "Memang ban belakang skubek itu pasti akan lebih panas dibandingkan bebek. Penyebabnya ada beberapa hal," kata Riza, manager marketing FDR.

Menurut pria yang sering memberikan coaching clinic tentang ban ini, lingkar ban skubek lebih kecil. Sehingga lebih banyak bergesekan dengan aspal. "Untuk jarak yang sama pasti putarannya lebih banyak, dan gesekan ke aspal itu penyebab utama ban menjadi panas," ungkap pria berkumis ini.

Pendapat yang nyaris sama juga disampaikan Yulfahmi dari dept head technical IRC. "Perputaran yang lebih banyak dibandingkan dengan ban ring 17 itulah penyebab suhu tinggi," ungkapnya.

Selain itu hal lain yang menyebabkannya juga dari konstruksi skubek. "Posisi ban belakang itu dekat dengan mesin dan knalpot sehingga pasti ada juga efek panas dari kondisi posisi seperti itu," lanjut Yulfahmi.

Jadi, benar terbukti!

SEBAB LAIN

5198ban-matic-yudi-03.jpgSelain pengaruh suhu tadi, ada juga beberapa hal yang membuat ban belakang skubek lebih sering kempis dibandingkan bebek. "Desain skubek membuat ban belakang menerima beban lebih besar dibandingkan ban belakang bebek," ujar Riza, manager marketing FDR lagi.

Pria ramah ini menganalisis bahwa dengan konstruksi mesin skubek yang dibelakang, beban itu akan menambah berat kerja ban. "Dengan adanya masalah beban tadi, maka jika sedikit saja kekurangan angin akan langsung menimbulkan efek yang jelas terlihat," bebernya lagi.

Hal seperti ini tidak dialami oleh bebek. Sebab dengan posisi mesin bebek yang lebih ke depan maka ban belakang tidak mengalami tekanan yang tidak terlalu besar. "Jadi wajar saja ban belakang bebek tidak gampang kempis," tambahnya.
5199ban-matic-yudi-04.jpg
Karena itu dia menyarankan bagi pengguna skubek untuk lebih sering mengecek kondisi tekanan angin ban belakang. "Sebelum menjadi parah dan juga supaya ban tidak rusak maka pastikan anginnya selalu dalam kondisi ideal," tambah Riza.

Memang jika ban kurang angin masih tetap dipaksa jalan akan membawa banyak masalah. "Bisa-bisa ban menjadi rusak karena dipaksa seperti itu. Baik yang pakai ban dalam ataupun tubeless," tambah Yulfahmi.

Yulfahmi juga menambahkan bahwa kadang cara mereka yang membawa skubek juga turut membuat ban belakang menjadi lebih panas. "Sebab banyak rider skubek yang bawaanya ngebut atau main akselerasi yang cepat. Perilaku itu juga yang turut membuat ban menjadi cepat panas," beber Yulfahmi lagi.

Maklum saja pergerakan memang sangat mengandalkan bukaan gas. Betot langsung ngacir.

Penulis/Foto : Nurfil/Yudi

   Comment
2010-08-23 14:15:15
motor ternyaman di indonesia apa sobat? setang metik geter melulu, lebih parah ketimbang bebek.
By handi
2010-08-23 13:58:22
intinya motor diciptakan buat siape aje!!!
By DODON
2010-08-06 21:05:23
sapa bilang matic buat cwek?? motor drag pleng kenceng se indonesia sekarang ni apa coba???
By wawan
2010-08-06 16:17:10
iya neeh.. ban gw baru 4 bulan dipake dah gembung..kayak digigit tawon..gimana solusi nya yak..???
By harry
2010-08-06 16:14:04
Dari awal skubek memang ditujukan kaum hawa, kenapa kaum adam ikut-ikutan pake, jadi dengan segala resiko yang ada yaa.. ga usah nggersulo alias nggerutu!!!
By ADI
2010-08-06 15:50:26
Skubek sebaiknya pake ban tubeless supaya lebih aman dan nyaman, walaupun lebih mahal harganya tapi tidak mempan kalo kena ranjau paku. Silakan mencoba!!
By momo

   Posting Komentar anda
Name :
Comment :
:. Komparasi Lain
Image
Image
Image
Pilih Sesuai Kebutuhan! - Kawasaki D-Tracker 150 Vs Kawasaki KLX150

Image
Satu Liter 43 KM Milik...? - Tes Bahan Bakar Minyak

Image
Image
Image
Prosedur Pengecekan - Komparasi Blade, New Smash, Edge dan New Jupiter-Z

Image
Image
Image
Macam Piston Dibelah - Komparasi Minerva R150SE Vs Honda CBR 150R

Image
SEPATU BEKENDARA DI HUJAN -

   Mana Paling Nyaman?
   Siapa Bakal Fight Lebih?
   Pilih Akselerasi atau Bodi?
   Mana Paling Tajam?
   Tergantung Kebutuhan!
:. Tips
   Roller Tensioner Ompong
   AWAS CAHAYA TERBALIK
   Rekondisi Bikin Sempurna
   Digoyang Baru Keluar
   Waspada Mesin Tak Mau Hidup
:. Info Teknik
   Beda Rangka dan Sasis
   HEAD DAN BLOK EFT
   TERANG DAN TAMPIL ELEGAN
   ENTENG BEBAS PUTUS
   Ada Beberapa Step
:. Test
   TEMBUS 65,5 KM
   MACET, LANCAR DAN HUJAN
   Ganas Di Putaran Bawah
   DIMANJA TEKNOLOGI TINGGI
   Niaga Sporty
:. Modifikasi
   Tonggak Sejarah Baru Honda!
   MASIH BERTAHAN!
   Semua Bisa Ikut
   MAIN ATAS
   Awalnya Coba Gaya Turing
:. Profil Motor
   Style Lebih Diutamakan
   SI IMUT MENAWAN
   BETIK PERTAMA DI INDONESIA
   INI DIA YAMAHA LEXAM
   Melebihi New Smash & Setara Shogun 125
:. Variasi
   CDI YAMAHA FINO
   BATOK BALAP JUPITER-Z
   LAMPU BELAKANG R1
   FOOT REST SKUBEK
   SLANG REM
 

  WEBSITES : TabloidNOVA  |  IDEA-Online  |  Hai-Online  |  Otomotifnet  |  duniasoccer  I   NationalGeographic  |  Klubnova |  PreventionIndonesia |  KOMPAS
CopyRight © Gramedia - Majalah, All Rights Reserved 2008