|
:. PEMBATASAN MOTOR DI DKI JAKARTA |
|
LARANG MOTOR, EKONOMI MACET |
| 2010-08-27 22:21:04 |
|
Saat ini motor adalah alat transportasi paling ideal. Hemat waktu dan bahan bakar. Itu selagi transportasi massal kacau dan tidak manusiawi. Bicara macet, biang kemacetan bukan hanya motor. Tapi, semua yang berkaitan dengan lalu lintas. Sarana, prasarana, sampai manusianya dan Undang Undangnya. Jadi, bukan hanya motor penyebabnya.
Pengendara Jakarta, jelas menolak keras kebijakan yang hendak dilaksanakan Pemerintah DKI Jakarta dan Kepolisian Metro Jaya. Ini kebijakan yang nggak masuk akal. “Pakai motor efisien. Pengeluaran transportasi jauh lebih hemat,” papar Rifki, pekerja yang menunggang motor di Jl. Sudirman, Jakarta.
Mohon maaf buat Direktur Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes, Condro Kirono. Keinginan Bapak membatasi motor, kurang sesuai fakta. “Betul, akan dibatasi setelah Lebaran 2010 nanti. Kami sedang membahasnya dengan pemerintah daerah,” ujar Kombes Condro Kirono, saat gelaran kompetisi instruktur Safety Riding Honda 2010 di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Katanya, saat ini, daya dukung infrastruktur jalan DKI hanya mampu menampung 1,05 juta kendaraan. Panjang jalan 7.650 km dan luas 40,1 km atau 6,2 persen dari luas DKI. Sedang pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen per tahun.
Masih menurut Condro, pembatasan untuk menekan tingkat kemacetan di Jakarta yang parah. Jika tidak ada upaya tersebut Jakarta bakal lumpuh di 2014. “Keluar rumah tidak bisa ke mana-mana lagi,” katanya ikutan bingung.
Pernyataan ini makin menegaskan, pengendara adalah golongan yang semakin dipinggirkan. Banyak pihak menuding penyebab kemacetan karena ulah dari pengendara motor yang seenaknya.
Eits.. ntar dulu pak! Urusan disiplin nyaris semua pamakai jalan Jakarta sulit mematuhinya. Termasuk angkot, mobil pribadi sampai grobak sayur. Persoalan, seperti ‘keindahan’ kota tanpa motor, itu tendensius. Contoh, jika transportasi massal rapi dan nyaman, tanpa dilarang pun, pengendara akan pindah sendirinya. Bukan hanya pengendara motor, pemilik kendaraan roda empat juga ikut.
Tahu kah bapak berapa banyak pekerja di wilayah yang akan dilarang itu? Lalu dengan apa pekerja kelas bawah ini nanti akan menuju kantornya? Bagaimana juga dampak pelarangan ini terhadap kegiatan ekonomi Jakarta?
Julius Aslan, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), yakin motor itu multiguna. “Selain sebagai alat transpotasi masyarakat Indonesia, juga sebagai alat produktivitas. Sebagian besar motor untuk bekerja, mengangkut barang. Perekonomian bisa berputar karena mobilitas,” tegas Julius Aslan.
Untuk melakukan pembatasan ini pemerintah musti hati-hati. “Karena dampaknya bukan hanya kepada ekonomis tapi lebih luas lagi,” tambah Julius lagi.
Hanafi, pekerja kantoran sehari-hari dengan motor. Dia keberatan dengan wacana pemerintah. “Kalau mau dilarang, mobil juga. Harus adil. Kan saya juga bayar pajak,” paparnya.
Dengan mesin kecil, jauh lebih hemat bahan bakar. Apalagi mobil hanya dipakai sendirian. Terjadi pemborosan ruas jalan dan bahan bakar. “Bagaimana kalau pemikirannya dibalik. Mobil dibatasi dan beralih ke motor. Itu sembari menunggu transportasi publik yang aman dan nyaman, entah kapan?” timpal Doedi salah seorang pengendara.
Penggunaan bahan bakar pernah diulas Em-Plus pada beberapa edisi lalu. Jumlah motor yang begitu banyak, konsumsi BBM-nya jauh lebih sedikit dibanding mobil. Artinya yang sedot subsidi pemerintah justru mobil.
Soal angka pajak yang didapat oleh pemerintah DKI atau Kepolisian bukan sedikit. Angka pastinya memang tidak ada. Jika menurut Kombes Condro Kirono, saat ini sebanyak 8.087.118 unuit. Pemilik SIM motor di Jakarta sekitar 1/3 dari jumlah motor yang ada. Jadi berapa triliun dikeruk pemerintah dari kantong biker.
Asumsi saja, tiap motor bayar pajak kendaraan per tahun Rp 100 ribu. Kalikan dengan 8 juta unit. Setahun untuk pajak Rp 800 milyar. Untuk SIM 1/3 dari 8 juta sekitar 2,66 juta dikalikan Rp 75 ribu hasilnya Rp 199,5 M. Dari pajak kendaraan bermotor dan SIM saja hampir Rp 1 triliun. Belum lagi pajak pabrikan motor dan komponen pendukung. Jumlah ini tentu saja jauh di atas itu.
MOTOR Plus pernah wawancara Bambang Susantono sebelum jadi Wakil Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Saat itu, pria yang menjabat Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini menyatakan satu-satunya solusi untuk mengatasi kemacetan tidak lain adanya sarana transportasi massal aman, murah, cepat, konsisten. “Jumlah motor makin banyak cermin dari ketidakberdayaan sarana transportasi massal,” jelasnya ketika itu.
Itu yang benar. Transportasi massal yang ada seperti busway, belum memenuhi kebutuhan biker. Murah, cepat dan mudah. Percaya deh kalau semua ini sudah diatasi dengan sendirinya pengguna motor akan beralih ke busway, dan angkutan massal lainnya.
Penulis/Foto : Hend/ Boyo, GT
| |
|
   Comment
|
| 2010-09-02 18:33:23 |
knp sech pemerintah seneng bg nyari masalah??!!
yg salah tuch bukan banyak or ngga'nya kendaraan, tp jalanan yg dari taon jebot kagak nambah2!!
1 lagi :
tindak tegas para pelanggar lalin, seperti menerobos lampu merah, melawan arah di jalan raya, ngetem (nurunin/naekin) penumpang seenaknya!! By koko |
| 2010-09-02 18:15:26 |
MOBIL PRIBADI = hanya dipakai sendirian. Terjadi pemborosan ruas jalan dan bahan bakar. ARTINYA (MOBIL JANGAN DIPAKAI UNTUK HARIAN, PAKE AJA BUAT MUDIK DOANK DAN LIBURAN BERSAMA KELUARGA)sama seperti saya..hehehehehe By indra |
| 2010-09-02 18:15:11 |
Maaf pak, klu boleh anggota dewan juga pakai motor aja biar agak irit jalanan dan BBM nya kota jakarta juga bisa merasakan gimana rasanya jadi orang miskin, saya juga mau pak pakai mobil kalau kebeli, karena tidak kebeli ya akhirnya naik motor hahahahahahahahahahahahah By Adi |
| 2010-09-02 17:59:59 |
kebijakan yang ga' logis, yg bikin kebijakan g punya otak maen korbanin aja orang kecil pemakai motor By pengendara motor |
| 2010-09-02 17:59:27 |
gila aja kali kalo gak ada motor gede banget donkkk ongkos untuk tranfortasi kerja... By zaharsyah |
| 2010-09-02 17:54:04 |
ini salah satu kebobrokan pemerintah dan polisi, liat dong di jalan, polisi aja masuk jalur cepat, ga ditindak, cuma diaem aja kaya sapi ompong polisi yang jaga,.. lalu knapa motor yg jadi korban? karena mereka banyak duit, makan kekenyangan ampe ga bisa mikir By ari |
| 2010-09-01 14:54:41 |
tlong liat dulu rakyat kcil,,,,N rasakan apbla mreka hdup'x seperti kiTa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! By by_betz |
| 2010-09-01 14:52:37 |
ya sekarang mobil yg di elu2kan coba klo motor dah ga' ada tetep macet ganti mobil yg ditiadakan, jadinya jalan kaki smua di jakarta By peduli |
| 2010-09-01 14:51:44 |
Pemda DKI ga tepat temukan solusinya.Itu suatu musibah salah kaprah ga bcus. By alap2 sgm |
| 2010-09-01 14:50:27 |
total kerugian yang diakibatkan kecelakaan oleh motor lebih kecil dibandingkn dengan kecelakaan pada pesawat terbang, kapal laut, kereta api By yadi |
| 2010-08-31 19:48:25 |
Hmmm.. Lama2 kota Metropelitan seakan2 hanya buat mereka yg punya mobil..
Oke klo gitu, boleh saya tukar motor dengan mobil.. yg tahun2 tua ga masalah yg penting punya dan bisa ngantor! Klo mogok? resiko.. tinggal aja dijalan.. paling kebelakang pada macet dan ngomel2.. hahaha.. By eric |
| 2010-08-31 19:45:14 |
mendingan jakarta dibebasin dari kendaraan bermotor biar semuanya pada jalan kaki...:P viva motorplus By nendara |
| 2010-08-31 19:29:26 |
sekalipun angkutan umum di gratiskan saja orang masih pilih naik motor,karena di angkutan umum sangat tidak nyaman,seperti kita masuk ke dalam neraka sj naik angkot.Uda gerah,bau rokok,banyak yg ngamen & malak,pengemis,pake berdiri kaga dapet bangku lagi.Amit2 deh naik bis kota/angkot By |
| 2010-08-31 19:29:10 |
MUSTINYA PEMERINTAH BERSUKUR BANYAK YG MAU KERJA NAIK MOTOR.ORANG KAYA YG PUNYA MOBIL AJA UDA BANYAK YG MAU KE KANTOR NAIK MOTOR KARENA JAKARTA MACET.MUSTINYA PEMERINTAH LEBIH MENDORONG AGAR ORANG2 KAYA NAIK MOTOR SAJA KE KANTORNYA.ANGKUTAN UMUM??NGGA BANGET DEH,DISITU SARANGNYA COPET,PENGAMEN,POLUSI (BANYAK YG MEROKOK)& PEMERAS/PREMAN)PADAHAL NAIK BIS DGN NAIK MOTOR MASIH LEBIH HEMAT NAIK MOTOR. By |
| 2010-08-31 19:27:09 |
setuju........................^^ By |
| 2010-08-31 18:51:45 |
klo, ga macet,kendraan pribadi jumlahnya dibatasi, jgn semuaa keluar pada saat jam kerja,dan jam pulang kerja, klo perlu utk di jakarta perlu mencontoh Singapura By muhimudin jssc |
| 2010-08-31 18:27:05 |
klo menurut aku, yg bikin macet bukan hanya motor tp mobil pribadi yg penumpangnya cuma 1-3org jg harus diperhatikan. bisa dihitung luas mobil dibanding motor yg bawa penumpang 2org. By aku cinta indonesia |
| 2010-08-31 18:21:43 |
bener banget tuh.
By edoy |
| 2010-08-31 18:00:22 |
Satu lagi "solusi" praktis produk pemerintah dalam mengurai kemacetan di Jakarta. Seharusnya pemerintah mengatasi akar permasalahannya. Menurut saya, akar dari permasalahan dari kemacetan di kota adalah ketidakmampuan pemerintah mengatur sarana transportasi publik. Pemerintah terlalu mudah mengeluarka ijin trayek bahkan bahkan membuat jalur trayek baru yang melewati wilayah yang sama sehingga kota penuh dengan angkot/metromini dan angkutan lainnya. Pemerintah gagal menyediakan moda angkutan massal yang nyaman, murah dan cepat.
Seharusnya ini yang dibenahi! Pemerintah jangan cuma ingin enaknya saja. Ingat, gaji dan tunjangan yang anda makan berasal dari pajak para pengendara sepeda motor juga...!!!
Kalau pejabat/orang2 berduit kayak biker moge sih enak, kemana-mana tinggal minta dikawal polisi, lancar...!!!
By ARIFIN ALIF |
| 2010-08-31 17:52:16 |
peme By adiet |
| 2010-08-31 17:43:39 |
inilah bodohnya pembuat kebijakan,, malu donk.. By bikers |
| 2010-08-31 17:42:49 |
plokis emank makin frustasi dgn kemacetan jd ambil jalan pintas aja. skalian larang mobil jg pak biar makin kosong jakarta. duit pajeknya aja ditelen tp ga punya solusi jitu buat jakarta. By baban |
| 2010-08-31 17:37:35 |
yg jelas mobil pribadi dikurangi populasinya.udah makan tempat,BBM pake paling banyak,di sediain pula jalan khususnya sperti jalan toL.masak motor yg dibatasin?Pemda nya aj bLoon,rakyat kecil paling di dzolimi ma pemerintah.. By RasyAndRa |
| 2010-08-31 17:34:40 |
hidup bikers..... By bikers manis |
| 2010-08-31 15:12:58 |
kaya g paham otak pemerintah ae...... By the_ant |
|
|
   Posting Komentar anda
|
|
|
|
|
|
| :. Cepot |
|
|
| :. Safety Riding |
|
|
| :. Profil Mekanik |
|
|
| :. Kesehatan |
|
|
| :. Selebikers |
|
|
| :. KlubMplus |
|
|
|