ÔÇ£Tuntutan lainnya adalah meminta dibuat Perda yang mengatur becak motor Siantar ini menjadi satu-satunya kendaraan wisata di Siantar. Dan terakhir adalah meminta pemerintah mentake over pemeliharaan dan membuat aturan pelarangan menjual BSA di Siantar keluar daerah,ÔÇØ tegasnya.
Menurutnya ini penting karena BSA dan becak Siantar sudah menjadi daya tarik bagi kegiatan wisata di Siantar. ÔÇ£Di seluruh dunia tidak ada kota yang mayoritas becaknya ditarik motor gede seperti BSA,ÔÇØ jelas pengusaha perhotelan ini.
BSA sendiri sudah banyak dimiliki warga Siantar sejak 1958 silam. Motor tua peninggalan Belanda ini kemudian dijadikan becak. Beberapa merek juga dijajal seperti Harley-Davidson dan BMW. Tapi sesuai tipologi Siantar yang berbukit, BSA dianggap paling cocok.
Kecocokan ini membuat masyarakat Siantar berburu BSA ke pelosok negeri. ÔÇ£Dulu di tahun 80-an sempat populasi BSA mencapai 3.000 unit. Sayang kalau ikon ini sampai hilang atau tidak dijaga. Bagi kami becak Siantar ini sama seperti batik atau ulos, aset budaya yang tidak ternilai harganya,ÔÇØ tegas Erizal. (motorplus-online.com)
KOMENTAR