Winglet ini bisa disetel secara elektronik, jadi sudutnya bisa untuk downforce atau butuh top speed.
Lalu Bimota bikin rangka oval steel tube buat frontal spar, yang menempel di midframe dari billet.
Kelebihannya adalah bisa disetel maksimal, dari steering dan ketinggiannya sesuai kebutuhan pembalap.
Kaki-kakinya masih mirip Ninja ZX-10RR, seperti USD dan monoshock Showa BFRC.
Bedanya adalah kaliper depan pakai Brembo Stylema, lalu swingarm billet dengan mounting kaliper di bawah.
Mesin 4-silinder inline 998 cc tidak dirubah Bimota, karena bawaan Ninja ZX-10RR sudah kencang.
Tenaganya 210 dk / 13.600 rpm torsi 111 Nm / 11.700 rpm, dengan ram air dan knalpot Akrapovic.
Dengan spek bawaanya sudah kencang, versi modifikasi balapnya pasti makin galak tuh larinya.
Axel Bassani dan Alex Lowes, pembalap Bimota by Kawasaki Racing Team buktikan KB998 kompetitif.
Saat tes pramusim di Jerez, Axel Bassani cetak waktu 1:38.478 meski masih adaptasi dengan motor baru.
Sebagai perbandingan, Nicolo Bulega dari tim pabrikan Aruba.it Ducati catat waktu 1:38.142.
"Catatan waktuku setengah detik lebih cepat dari Superpole, aku yakin motor ini bagus dan bisa lebih kencang," yakin Axel Bassani.
Karena pakai spek dan material eksotis seperti fairing karbon fiber, pastinya harga Bimota KB998 Rimini bakalan menjulang.
Di EICMA 2024, Bimota KB998 Rimini diperkenalkan dengan harga 36.600 Poundsterling atau Rp 740.373.714.
Meski lebih mahal dari merek Eropa lain, Bimota yakin bisa jual KB998 Rimini dengan mudah.
Soalnya selain speknya eksotis, motor ini juga dijual terbatas cuma 250 unit di tahun 2024, dan 250 unit sisanya tahun depan.
Kolektor Bimota juga banyak di Eropa serta Jepang, jadinya tinggal tunggu apakah KB998 Rimini bisa juara di WorldSBK.
Penulis | : | Reyhan Firdaus |
Editor | : | Aong |
KOMENTAR